Sabtu, 01 September 2012

Rontok Bunga pada Tomat

Rontok bunga adalah suatu kondisi di mana bunga tomat rontok sebelum bakal buah terbentuk. Ini biasanya membuat kecewa karena ketika kita melihat banyak bunga tomat secara otomatis berharap buahnya akan banyak juga. Ketika bunga rontok dan kadang hanya tersisa satu atau dua bunga saja yang jadi buah, ada beberapa penyebabnya tapi yang paling umun berkaitan dengan temperatur dan stress:
  • Temperatur terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Tidak ada penyerbukan
  • Terlalu banyak atau terlalu sedikit nitrogen
  • Kelembapan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Kekurangan air
  • Stress akibat kerusakan karena serangga atau penyakit
  • Terlalu banyak bakal buah

Cara Mengatasi Kerontokan Bunga:

Tanam varietas yang cocok dengan iklim Anda
Temperatur merupakan penyebab kerontokan bunga yang paling umum.
  • Temperatur pada siang hari yang terlalu tinggi (di atas 29°C)
  • Temperatur malam hari yang terlalu tinggi (di atas 21°C)
  • Temperatur pada malam hari yang terlalu rendah (di bawah 13°C)
Tomat tumbuh dengan baik jika temperatur pada siang hari berkisar antara 21°C sampai 29°C. Tomat bisa mengatasi temperatur yang ekstrim jika hanya sebentar, beberapa hari atau malam dengan di luar temperatur idealnya akan menyebabkan tanaman merontokkan buah/bunga dan fokus untuk bertahan hidup. Menurut penelitian temperatur di atas 40°C selama 4 jam bisa menyebabkan bunga rontok.

Jadi pilihan varietas menjadi sangat penting jika ingin mencegah kerontokan bunga, pahami iklim Anda.

Pastikan adanya polinasi.
Polinasi tomat bisa terjadi karena serangga, angin atau menggoyang batang  dengan tangan. Ini diperlukan untuk memindahkan serbuk sari dari kepala sari ke putik. Seringkali jika cuaca ekstrim tidak ada lebah yang datang dan menanam bunga yang kaya akan nektar biasanya akan membantu menarik lebah untuk datang.

Gunakan pupuk dengan bijak
Jangan pupuk tanaman Anda setiap minggu. Pastikan tanah Anda sehat dengan jumlah material organik yang cukup. Berikan pupuk yang seimbang pada saat penanaman dan ketika buah terbentuk. Terlalu banyak Nitrogen membuat tanaman memiliki terlalu banyak daun dan bukannya lebih banyak buah.

Kendalikan kelembapan
Kelembapan yang ideal berkisar antara 40-70%. Jika kelembapan terlalu tinggi atau terlalu rendah, akan mengganggu pelepasan serbuk sari dan kemampuan serbuk sari polen untuk melekat pada putik, sehingga polinasi tidak terjadi. Jika kelembapan terlalu rendah, siram daun pada siang hari. Ini akan mendinginkan tanaman dan meningkatkan kelembapan. Ini tidak dianjurkan di daerah dengan kelembapan yang tinggi atau ketika adanya penyakit karena jamur. Petani di daerah dengan kelembapan yang tinggi seharusnya menanam varietas yang tahan terhadap kelembapan (Eva Purple Ball, Flora-Dade, Grosse Lisse, Jubilee, Moneymaker, Sun Gold, Taxi, Yellow Pear).

Siram sampai dalam sekali seminggu ketika cuaca kering.
Tomat memiliki akar yang sangat dalam kadang-kadang bisa sampai 5 kaki. penyiraman yang dangkal akan membuat tanaman stress dan lemah. Ingat jangan lupakan jadwal menyiram harian Anda.

Jaga tanaman Anda agar tetap sehat.
Gunakan cara budidaya yang baik dan segera tangani penyakit ketika gejalanya awalnya muncul.

Kadang kala masalahnya adalah terlalu banyak hal yang baik.
Ketika tomat memiliki terlalu banyak bunga, maka buahnya akan berkompetisi untuk mendapatkan nutrisi terbatas yang disediakan tanaman. Hanya yang terkuat yang akan selamat. Tanaman secara otomatis akan menggugurkan sebagian bunganya. Ketika sebagian buah akhirnya dipanen seharusnya kerontokan bunga tidak lagi terjadi karena persaingan telah berkurang.

Tidak ada jaminan buah akan terbentuk. Temperatur dan kelembapan adalah sesuatu yang sulit kita kontrol. Kadangkala kita hanya harus sabar dan menunggu hingga kondisi ini membaik dengan sendirinya. Jika cuaca telah membaik dan teman berkebun Anda yang lain buah tomatnya terbentuk, dan tomat Anda tidak maka mungkin masalahnya ada pada cara Anda menanamnya yang menyebabkan bunga rontok. Memilih varietas yang tepat dan merawat agar tanaman tetap sehat akan memberikan hasil terbaik.

Semoga artikel ini berguna, selamat berkebun!

21 komentar:

  1. siap laksanakan komandan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaha aku dibilang komandan,gak salah nih :).
      Makasih ya sudah berkunjung

      Hapus
  2. Ma kasi infonya gan brmmfaat banget, br bljr lansung diuji nh bungax pd brguguran,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saya senang sekali jika apa yang saya tulis bermanfaat bagi yang membacanya. Agan Ulis pasti kaskuser nih pake agan gini bahasanya salam kenal ya Semoga sukses nanam tomatnya biar makin semangat berkebunnya.

      Hapus
  3. Makasi infonya gan, brmmfaat banget bg qt xg br bljr brkbn,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, ayo semangat berkebunnya! mengasyikkan lho.

      Hapus
  4. Halo,
    kalau bunganya gak rontok, dan setelah seminggu bunganya layu (keliatannya mau berbuah), tapi setelah beberapa hari kok gak ada buah yang muncul, itu kira2 kenapa ya?
    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin media tanamnya kekurangan unsur K jadi buah tidak terbentuk, mungkin bisa ditambah pupuk NPK...kalau ada pupuk NPK yang K lebih tinggi. Dapat sinar matahari penuh kan? soalnya kadang kalau ditempat teduh banyak juga buah yang tidak terbentuk

      Hapus
  5. mau mulai nanam tomat nih.. tp areal yang kosong gak dapat sinar matahari langsung... apa tomat bisa tumbuh dan berbuah dengan kondisi itu..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya gak tahu juga, tapi saya pernah tanam di beranda yang gak kena sinar matahari langsung tanamannya kurus dan buahnya sedikit. Mungkin karena proses fotosintesanya cuman sebentar otomatis makanan yang tersedia juga cuman sedikit.

      Hapus
  6. Kayaknya ini pas banget untuk tambahan info, soalnya aku juga baru tanam tomat beberapa pot. Sekarang udah setinggi 15 cm.
    Oh iya..sesama penyuka berkebun, coba tengok blogku mudah2an bisa membawa manfaat. www.denmas-kenthus.blogspot.com

    BalasHapus
  7. makasih info nya....newbie nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama saya senang jika apa yang saya tulis berguna. Selamat berkebun ya...

      Hapus
  8. Saya senang baca blog nyaaaa krn saya jg lg berusaha menanam tomat ceri. Saya kuatir ga ada serangga dtg. Krn saya tinggal di ruko dan menanam di pot. Jd tdk pny halaman luas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama donk saya juga nanam di pot di atap rumah pula. Gak masalah kalau soal lebah pasti ada kok. Kalau gak ada kan bisa digoyang-goyang pohon tomatnya pas lagi berbunga. Selama ada sinar matahari pasti bisa.

      Hapus
  9. Berapa lama sampai bisa berbuah ya... (Uda ngarep)
    Kl ga pake pupuk apa tetep bisa berbuah? Ama katanya cuma bisa panen1 kali trs mati ya? Hixx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekitar 3 bulan sampai buah pertama merah tapi tergantung varietas juga ada yang lebih cepat ada juga yang lebih lama. Bisa gak pakai pupuk kalau media tanamnya sudah bagus. Dulu sebelum ada pupuk kimia juga kan petani kita nanam sayuran tanpa pupuk kimia. Dulu bisa kenapa sekarang tidak :)

      Hapus
  10. Mba nanam tomat 4 phn dah bunga dan udah digoyangkan bungax tapi ttep aja ga jadi buah apa krn di sby yg panas palagi msim kmrau

    BalasHapus
  11. Salah satu faktornya pasti panasnya mbak Ariani, makanya tomat banyak di tanam di dataran tinggi yang sejuk.

    BalasHapus
  12. nah ini yang saya butuhkan, terimakasih pak

    BalasHapus

Selamat datang di Tomat Cherry....
Silakan kirimkan komentar jika ada yang mau dibagikan atau ditanyakan, tapi maaf jika balasannya agak lama karena saya sedang sibuk sekali. Semua komentar akan dimoderasi untuk mencegah spam.

Terima Kasih