Sabtu, 01 Oktober 2011

Penyemaian dengan Kapas

Saya sering memakai metode ini untuk menyemai bibit dalam jumlah sedikit, sehingga lebih efektif dan gampang diketahui bibit yang hidup sehingga lebih mudah memastikan jumlah yang bisa ditanam. Germinasi juga terhitung lebih cepat dengan metode penyemaian di tanah. Prinsipnya sama seperti menanam kacang hijau di kapas jaman SD dulu.


Saya memakai kapas kotak seperti di atas karena adanya di rumah cuman itu doang. Kalau mau pakai jenis kapas lain juga tidak masalah, tidak ada aturan baku kok jadi kita harus kreatif dengan apa yang kita punya.  


Saya rencana akan menaruh satu benih disetiap potongan kapas biar enggak repot misah-misahin akarnya. Setiap kapas aku bagi empat jadi bisa untuk empat benih. 


Setelah selesai di potong tinggal diatur ditempatnya, aku pakai kotak sabun jaman dulu kebetulan ada di rumah dan sudah tidak dipakai lagi. 


Ada keuntungannya juga kalau pakai ini soalnya jadi ada lubang pembuangan air kalau airnya berlebihan dan ada tutupnya sehingga kelembapannya tetap terjaga, jadi tingkat keberhasilan germinasinya bisa lebih tinggi.  


Setelah selesai di susun di tempatnya tinggal basahi kapas dengan air, tapi jangan sampai tergenang takutnya nanti benih bisa busuk dan bau.  


Setelah itu tinggal menaruh bibit yang rencananya akan di tanam di atas kapas. Setelah itu tinggal tinggal menunggu sampai benih berkecambah dan siap di pindahkan ke pot yang lebih besar. 


Tinggal tutup kotak sabunnya dan taruh di tempat yang aman. Jangan lupa untuk mengeceknya sehari sekali untuk menambah air dan mengecek pertumbuhannya. Jika sudah berkecambah cepat-cepat buka tutupnya supaya si kecambah tidak leggy (kurus dan panjang) dan sudah bisa dipindahkan ke pot kecil.
Gimana gampang kan ayo dicoba!.